Fungsi API WhatsApp Jalinara: Apa Saja yang Bisa Dilakukan

Oleh Jalinara · 2026-07-20 · 7 menit baca
Ringkasan singkat: API WhatsApp Jalinara memungkinkan sistem Anda mengirim pesan teks dan media lewat POST /send, cek status perangkat via GET /device, dan validasi nomor lewat POST /validate tanpa memakan kuota. Anda juga bisa menerima pesan masuk lewat webhook per perangkat dan menyambungkannya ke otomasi seperti n8n atau Google Sheets. Autentikasi cukup dengan header Bearer token yang dibuat di dashboard.

Kalau Anda punya aplikasi kasir, toko online, atau sekadar spreadsheet yang mencatat pesanan, pertanyaannya sederhana: bagaimana caranya kirim WhatsApp otomatis dari sana tanpa harus buka HP dan ketik satu per satu? Di situlah API masuk. API WhatsApp Jalinara adalah jembatan yang menghubungkan sistem Anda dengan nomor WhatsApp, jadi setiap kali ada kejadian penting (pesanan masuk, pembayaran lunas, jadwal servis), sistem tinggal memanggil satu endpoint dan pesan meluncur.

Yang bikin API praktis adalah cakupannya tidak cuma "kirim pesan". Ada fungsi untuk cek apakah nomor WhatsApp perangkat Anda masih tersambung, ada cara memvalidasi nomor tujuan sebelum kirim supaya kuota tidak terbuang, dan ada jalur webhook untuk menangkap pesan yang masuk. Di artikel ini kita bedah fungsi demi fungsi berdasarkan endpoint yang benar-benar ada, lengkap dengan contoh kapan Anda memakainya.

Autentikasi: satu token untuk semua panggilan

Sebelum masuk ke fungsi, satu hal yang perlu dipahami dulu: setiap panggilan ke API butuh token. Base URL-nya https://app.jalinara.id, dan Anda menyisipkan token di header seperti ini:

  • Authorization: Bearer <token>

Token dibuat di dashboard, sekali klik. Format headernya cukup fleksibel (menerima gaya Bearer, Token, atau token polos), jadi Anda tidak perlu pusing menyesuaikan. Kalau selama ini kode Anda sudah memakai format kirim bergaya target/message/token, formatnya kompatibel, jadi sering kali cukup ganti base URL saja tanpa menulis ulang logika pengiriman.

Kirim pesan teks dan media lewat /send

Ini fungsi inti yang paling sering dipakai. Endpoint POST /send mengirim satu pesan ke satu nomor. Parameter wajibnya cuma dua:

  • target: nomor tujuan dalam format internasional tanpa tanda plus, contoh 6281234567890.
  • message: isi pesan (bisa juga ditulis sebagai text).

Untuk kirim media, tambahkan parameter opsional:

  • url: alamat file media (gambar, dokumen, atau video).
  • filename: nama berkas yang muncul saat lampiran diterima, misalnya invoice-092.pdf.
  • gif: boolean, kalau Anda ingin media diperlakukan sebagai GIF.

Contoh nyata: toko online mengirim struk PDF sesaat setelah pembayaran dikonfirmasi. Sistem memanggil /send dengan target nomor pembeli, message berisi ucapan terima kasih, url menunjuk ke file struk, dan filename diisi struk-pesanan.pdf. Contoh lain: bengkel mengirim foto kondisi kendaraan lewat url gambar sebelum menawarkan perbaikan.

Satu hal yang penting dipahami soal cara kerjanya. Saat Anda memanggil /send, pesan tidak langsung terkirim seketika, melainkan masuk antrean pengiriman lebih dulu. Responsnya kira-kira begini:

{"status": true, "detail": "message queued", "id": [ ... ]}. Kata "queued" artinya pesan diterima dan dijadwalkan untuk dikirim, bukan gagal. Pendekatan antrean ini justru yang membuat pengiriman lebih tahan banting saat koneksi sedang goyang.

Kalau Anda ingin memahami alur teknis pengiriman satu pesan dari nol, ada panduan terpisah di cara kirim WhatsApp lewat API yang membahasnya langkah demi langkah.

Kirim OTP dan notifikasi transaksi

Secara teknis, mengirim OTP dan notifikasi transaksi tetap memakai endpoint yang sama, yaitu /send. Bedanya ada pada isi pesan dan pemicunya. Untuk OTP, sistem Anda membuat kode acak lalu mengirimnya sebagai pesan teks ke nomor pendaftar saat mereka login atau daftar. Untuk notifikasi transaksi, pemicunya adalah kejadian di sistem: pesanan dibuat, pembayaran masuk, barang dikirim.

Beberapa contoh pemakaian:

  • Verifikasi nomor pelanggan baru dengan kode enam digit yang berlaku beberapa menit.
  • Konfirmasi "Pembayaran Anda sebesar Rp150.000 sudah kami terima" begitu webhook pembayaran menyala.
  • Update status "Paket Anda sedang dalam pengiriman" dengan nomor resi.
  • Pengingat jadwal, misalnya reservasi atau jadwal servis besok.

Untuk kebutuhan OTP yang benar-benar kritikal dan berskala besar, Jalinara juga mendukung jalur WhatsApp Cloud API resmi Meta, bukan hanya jalur WhatsApp Web. Pembahasan lebih dalam soal pola dan pertimbangannya ada di artikel kirim notifikasi transaksi otomatis dan API WhatsApp untuk OTP verifikasi.

Cek status perangkat lewat /device

Karena salah satu jalur koneksi adalah WhatsApp Web, wajar kalau sesekali perangkat perlu tersambung ulang. Endpoint GET /device memberi tahu Anda status koneksi saat itu. Field yang dikembalikan antara lain:

  • connected: boolean, tersambung atau tidak.
  • state: string yang menggambarkan kondisi koneksi.
  • phone: nomor perangkat (bisa disamarkan bila mode privasi aktif).

Contoh pemakaian: sebelum menjalankan pengiriman rutin di pagi hari, sistem Anda memanggil /device untuk memastikan connected bernilai true. Kalau ternyata sedang putus, Anda bisa menahan pengiriman dan memberi notifikasi ke admin supaya scan ulang. Cara ini mencegah kejadian "kok pesan tidak terkirim sejak tadi" tanpa ada yang sadar.

Validasi nomor terdaftar lewat /validate

Tidak semua nomor telepon punya WhatsApp. Kalau Anda kirim ke nomor yang tidak terdaftar, itu buang-buang usaha dan kuota. Endpoint POST /validate mengecek apakah sebuah nomor terdaftar di WhatsApp, dan yang penting, pengecekan ini tidak memakan kuota pesan. Parameternya cukup target.

Kapan ini berguna:

  • Membersihkan daftar kontak sebelum kampanye, supaya Anda tahu mana nomor yang valid.
  • Saat pendaftaran, memastikan nomor yang diketik pelanggan memang bisa dihubungi via WhatsApp sebelum mengirim OTP.
  • Menyaring data lama yang mungkin sudah banyak nomor mati.

Menyaring dulu dengan /validate membuat rasio keberhasilan pengiriman Anda lebih rapi dan hemat kuota, terutama kalau daftar kontaknya ribuan.

Menerima pesan masuk lewat webhook

Sejauh ini fungsinya soal mengirim. Tapi API juga bisa bekerja dua arah. Setiap perangkat bisa dipasangi webhook_url (beserta secret) sehingga ketika ada pesan masuk atau ada event tertentu, Jalinara akan memanggil URL sistem Anda dan meneruskan datanya. Dari sana Anda bebas memproses: mencatat ke database, memicu balasan otomatis, atau meneruskan ke tim.

Di sisi otomasi bawaan, webhook bisa dipasangi aksi seperti meneruskan event, membalas dengan template, atau menambahkan tag pada kontak. Karena format payload dan cara pemasangannya paling akurat dilihat langsung dari sumber resmi, silakan buka dokumentasi API di dashboard untuk detail skema dan langkah setupnya. Saya sengaja tidak menuliskan contoh payload di sini supaya Anda tidak mengikuti format yang keliru.

Perlu jujur soal satu hal. Jalur koneksi WhatsApp Web yang dipakai Jalinara bukan API resmi Meta, dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta. Jalur ini mudah dipakai dan cocok untuk mulai atau untuk UMKM. Untuk kebutuhan berskala besar atau OTP kritikal, tersedia jalur WhatsApp Cloud API resmi Meta.

Menyambung ke sistem dan otomasi

Karena semua fungsi di atas berupa endpoint HTTP standar, hampir semua alat bisa memanggilnya. Ini yang membuat API terasa serbaguna:

  • n8n: buat alur otomasi tanpa banyak koding, misalnya "kalau ada baris baru di database, panggil /send". Panduannya ada di cara integrasi WhatsApp dengan n8n.
  • Google Sheets: kirim WhatsApp langsung dari spreadsheet, cocok buat tim yang kerjanya di Sheets. Lihat integrasi WhatsApp dengan Google Sheets.
  • Toko online dan aplikasi sendiri: panggil endpoint dari backend saat status pesanan berubah.

Pola umumnya selalu sama: sistem Anda mendeteksi sebuah kejadian, lalu memanggil endpoint yang sesuai dengan token Bearer Anda. Tidak ada sihir, cuma HTTP request yang rapi.

Kalau Anda ingin mulai mencoba, cara paling cepat adalah buat token gratis lewat paket Free tanpa kartu kredit, lalu buka dokumentasi developer untuk melihat contoh panggilan lengkap. Mulai dari kirim satu pesan tes ke nomor sendiri, lalu kembangkan ke OTP, notifikasi, dan otomasi begitu Anda merasa nyaman.

Poin Penting

  • Endpoint POST /send mengirim pesan teks maupun media, dengan parameter opsional url, filename, dan gif untuk lampiran.
  • Pesan yang dikirim masuk antrean pengiriman lebih dulu (respons message queued), bukan langsung terkirim seketika.
  • GET /device memberi tahu status koneksi perangkat lewat field connected, state, dan phone.
  • POST /validate mengecek apakah nomor terdaftar di WhatsApp tanpa memakan kuota pesan.
  • Webhook per perangkat memungkinkan sistem Anda menerima pesan masuk dan meneruskan event; detail formatnya ada di dokumentasi /developer.
  • Autentikasi cukup dengan header Authorization Bearer token yang dibuat di dashboard, dan formatnya kompatibel gaya target/message/token.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja endpoint utama API WhatsApp Jalinara?

Ada tiga yang bisa disebut spesifik: POST /send untuk kirim pesan teks atau media, GET /device untuk cek status koneksi perangkat, dan POST /validate untuk memeriksa apakah nomor terdaftar di WhatsApp. Semuanya diakses dengan base URL https://app.jalinara.id dan header Bearer token.

Apakah pesan langsung terkirim begitu memanggil /send?

Tidak seketika. Saat Anda memanggil /send, pesan masuk antrean pengiriman lebih dulu dan responsnya berbunyi message queued. Pendekatan antrean ini membuat pengiriman lebih tahan saat koneksi perangkat sedang goyang, karena pesan bisa diproses ulang alih-alih langsung dianggap gagal.

Bagaimana cara kirim gambar atau dokumen, bukan hanya teks?

Tambahkan parameter opsional pada /send: url untuk alamat file media (gambar, dokumen, atau video), filename untuk nama berkas lampiran, dan gif berupa boolean bila media ingin diperlakukan sebagai GIF. Parameter wajibnya tetap target dan message.

Apakah cek nomor lewat /validate memotong kuota?

Tidak. Endpoint POST /validate memeriksa apakah sebuah nomor terdaftar di WhatsApp tanpa memakan kuota pesan. Cukup kirim parameter target. Ini berguna untuk membersihkan daftar kontak sebelum kampanye atau memastikan nomor pendaftar bisa dihubungi sebelum kirim OTP.

Bisakah API menerima pesan masuk, bukan cuma mengirim?

Bisa. Setiap perangkat bisa dipasangi webhook_url beserta secret, sehingga pesan masuk atau event diteruskan ke sistem Anda. Ada juga aksi otomasi seperti meneruskan event, membalas dengan template, atau menambah tag. Untuk format payload dan cara pemasangannya, buka dokumentasi di /developer supaya akurat.

Apakah jalur WhatsApp Web ini API resmi Meta?

Bukan. Jalur koneksi WhatsApp Web yang dipakai Jalinara bukan API resmi Meta, dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta. Jalur ini mudah dipakai dan cocok untuk mulai atau UMKM. Untuk kebutuhan berskala besar atau OTP kritikal, tersedia jalur WhatsApp Cloud API resmi Meta.