Fitur

Link WhatsApp per Sumber Promosi: Tahu Asal Tiap Chat

Anda berpromosi di banyak tempat sekaligus, mulai Instagram sampai brosur pameran. Sekarang Anda bisa tahu persis promosi mana yang benar-benar mendatangkan chat, bukan sekadar dilihat orang.

Oleh Jalinara · 29 September 2026 · 7 menit baca
Jalinara FiturTahu Chat Datang dari Mana

Tiap link dan QR punya kode sendiri, jadi tiap chat yang masuk langsung ketahuan asalnya.

Ringkasnya: Anda buat link atau QR berbeda untuk tiap tempat promosi, seperti Instagram, TikTok, brosur, dan pameran. Begitu pelanggan chat lewat link itu, kontaknya otomatis diberi tag asal dan tercatat di ringkasan halaman Link & QR. Dari situ Anda tahu promosi mana yang benar-benar mendatangkan chat, bukan cuma dilihat orang.

Anda mungkin sedang berpromosi di beberapa tempat sekaligus: feed dan bio Instagram, video TikTok, brosur yang dibagikan saat pameran, atau spanduk di depan toko. Setiap tempat itu mengarahkan orang ke nomor WhatsApp yang sama. Masalahnya, begitu chat masuk, semuanya bercampur di satu kotak masuk. Anda tahu ada yang bertanya, tapi tidak tahu dia datang dari mana.

Link WhatsApp per sumber promosi menjawab itu. Anda membuat link dan QR code WhatsApp untuk promosi yang berbeda-beda, satu untuk tiap tempat. Begitu seseorang chat lewat link atau QR tertentu, Jalinara langsung menandai asalnya di kontak itu, tanpa Anda perlu bertanya atau mencatat manual. Dari situ Anda bisa melihat promosi mana yang benar-benar mendatangkan chat, bukan sekadar dilihat orang.

Kenapa Penting Tahu Chat Ini Datang dari Mana

Uang dan waktu Anda terbagi ke beberapa saluran promosi. Tanpa penanda asal, Anda hanya melihat total chat masuk, tidak tahu apakah kenaikannya karena unggahan Instagram minggu ini, video TikTok yang viral, atau brosur yang dibagikan di pameran akhir pekan. Begitu Anda tahu sumbernya, keputusan berikutnya jadi lebih mudah: menambah perhatian ke saluran yang benar-benar mendatangkan chat, dan mengurangi di saluran yang ramai dilihat tapi sepi yang bertanya.

Bayangkan Anda mengelola toko pakaian yang aktif di Instagram, TikTok, dan rutin ikut pameran UMKM tiap bulan. Tanpa penanda sumber, laporan Anda hanya berbunyi “ada beberapa chat masuk bulan ini”, tanpa tahu dari mana asalnya. Dengan link per sumber, Anda bisa melihat rincian per saluran, mana yang paling ramai membawa chat, dan mana yang ternyata sepi peminat meski sering Anda unggah kontennya.

Bedanya dengan Link WhatsApp Biasa

Kalau Anda sudah pernah membuat link WhatsApp biasa, Anda tahu link itu membuka WhatsApp dengan pesan pembuka yang sudah diisi. Link per sumber memakai dasar yang sama, hanya saja tiap link punya kode pendek tersembunyi di akhir pesan, misalnya “Halo, saya mau tanya produknya. #IG1”. Kode ini dibaca otomatis oleh Jalinara begitu chat masuk, lalu dibuang sebelum diteruskan ke AI Agent atau balasan otomatis. Pelanggan Anda tidak pernah melihat kode aneh di jawaban yang mereka terima, sementara pesan asli lengkap dengan kodenya tetap tersimpan utuh di Inbox.

Cara Membuat Link dan QR per Sumber

Menunya bernama Link & QR, ada di grup Pelanggan pada dashboard Jalinara, dan tersedia mulai paket Personal.

  1. Buka menu Link & QR, lalu klik “Buat link”.
  2. Pilih jenis sumber: Instagram, TikTok, Facebook, Brosur, atau Lainnya kalau nama sumbernya tidak ada di daftar itu.
  3. Beri nama yang jelas, misalnya “Pameran Oktober” (maksimal 30 huruf). Kalau Anda memilih Instagram, TikTok, Facebook, atau Brosur dan tidak mengetik nama sendiri, Jalinara mengisi nama bawaannya.
  4. Pilih nomor WhatsApp tujuan, yaitu nomor yang sudah tersambung ke Jalinara.
  5. Sunting pesan pembuka kalau perlu (maksimal 120 huruf). Bawaannya “Halo, saya mau tanya produknya.”
  6. Simpan. Anda langsung mendapat link wa.me siap pakai, plus QR yang bisa diunduh dalam ukuran kecil untuk digital atau besar untuk dicetak.

Nama sumber ini terkunci begitu ada satu chat yang masuk lewat link itu, supaya data yang sudah tercatat tidak berubah nama di tengah jalan. Pesan pembukanya sendiri tetap bisa Anda ubah kapan saja.

Contoh Penamaan Sumber yang Enak Dibaca

Nama sumber sebaiknya langsung menjelaskan tempatnya, bukan sekadar “Promo 1” atau “Link A”, supaya sebulan kemudian Anda masih ingat itu link yang mana.

Tempat promosiJenis sumberKode otomatis
Bio atau story InstagramInstagram#IG1
Bio TikTokTikTok#TT1
Halaman FacebookFacebook#FB1
Brosur yang dibagikan di tokoBrosur#BR1
Nama bebas, misalnya “Pameran Oktober”Lainnya#PA1

Angka di belakang kode bertambah sendiri tiap Anda membuat link baru dengan jenis yang sama. Link Instagram kedua otomatis jadi #IG2, dan seterusnya.

Nama sumber yang jelas hari ini adalah laporan promosi yang bisa Anda baca sendiri enam bulan lagi.

Menaruh Link dan QR di Tempat yang Tepat

Untuk Instagram dan TikTok, taruh link di bio, bukan di teks unggahan, karena kebanyakan platform tidak membuat tautan pada keterangan foto bisa langsung diklik. Untuk brosur, kemasan, meja kasir, atau spanduk pameran, unduh QR ukuran besar dan cetak minimal seukuran kartu nama supaya mudah dipindai dari jarak normal. Jalinara juga menyediakan pratinjau kartu siap cetak yang memuat QR sekaligus nama usaha Anda, jadi Anda tidak perlu menyusun desainnya dari awal. Kartu nama, label kemasan, atau tanda tangan email juga tempat yang pas untuk QR ukuran kecil, asal ukurannya tetap cukup besar untuk dipindai.

Kalau satu sumber punya beberapa titik pemasangan, misalnya brosur dan spanduk di pameran yang sama, Anda bisa membuat dua link dengan nama berbeda, seperti “Pameran Brosur” dan “Pameran Spanduk”, supaya tahu titik mana yang lebih sering diambil orang.

Kesalahan yang Sering Bikin Data Meleset

Membaca Hasil di Halaman Link & QR

Begitu chat mulai masuk, halaman Link & QR menampilkan tiga angka ringkas: jumlah orang yang chat dalam 30 hari terakhir, total sejak link dibuat, dan sumber yang paling banyak dihubungi. Di bawahnya ada tabel per sumber dengan angka yang sama, ditambah waktu chat terakhir.

Kalau paket Anda juga mencakup CRM (mulai paket Bisnis), tabel ini menambah dua kolom lagi: berapa yang jadi lead dan berapa yang sampai Deal dari tiap sumber. Anda jadi bisa membandingkan bukan cuma jumlah chat, tapi juga yang benar-benar berujung transaksi.

Satu nomor WhatsApp hanya dihitung sekali untuk tiap sumber, jadi orang yang chat berkali-kali lewat link yang sama tidak menggandakan angkanya.

Memakai Tag Sumber untuk Follow-up dan Broadcast Tersegmentasi

Setiap kontak yang chat lewat link mendapat tag otomatis, misalnya “Sumber: Instagram”. Tag ini terlihat di menu Kontak, lengkap dengan dropdown untuk menyaring hanya kontak dari satu sumber tertentu.

Dari daftar yang sudah tersaring itu, Anda bisa memilih nama-nama yang sama sebagai target saat membuat pesan massal lewat Blast & Pengumuman, dengan memilih “Buku kontak” sebagai sumber target. Dengan begitu, follow-up hanya terkirim ke orang yang datang dari promosi tertentu.

Kalau akun Anda punya CRM, lead yang tercatat otomatis dari chat ikut membawa tag sumber yang sama sebagai asal lead, kecuali kontak itu juga tergabung lewat impor Grup WA yang tag grupnya lebih diutamakan. Anda bisa menindaklanjuti lead per sumber ini di menu Leads (CRM), atau mengekspornya ke CSV untuk diurutkan lebih lanjut di Excel. Kalau Anda belum rutin mengumpulkan nomor pelanggan, tag sumber ini sekaligus jadi cara mengelompokkannya sejak chat pertama.

Contoh sederhana, kontak yang bertag “Sumber: Pameran Oktober” bisa Anda kirimi pesan follow-up yang menyebut pameran itu secara spesifik, sementara kontak dari “Sumber: Instagram” mendapat pesan yang mengacu ke unggahan yang mereka lihat. Follow-up yang menyebut konteks asal biasanya terasa lebih personal dibanding pesan pukul rata untuk semua orang.

Batasan yang Jujur Soal Angka Ini

Supaya Anda tidak kaget melihat angkanya, ini beberapa hal yang perlu diketahui dari cara kerja fitur ini:

Mulailah dari satu sumber yang paling ramai dulu, biasanya Instagram atau TikTok kalau itu tempat Anda paling aktif berpromosi. Pasang link atau QR-nya, tunggu satu sampai dua minggu, lalu buka halaman Link & QR untuk melihat sumber mana yang paling banyak mendatangkan chat. Kalau hasilnya jelas, tambahkan sumber lain satu per satu, dan pakai tag yang terbentuk untuk follow-up yang lebih personal ke tiap kelompok pelanggan. Fitur ini tersedia mulai paket Personal, jadi Anda tidak perlu menunggu bisnis lebih besar untuk mulai mengukurnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah link ini bisa menghitung orang yang cuma klik tapi tidak jadi chat?

Tidak bisa. Link WhatsApp langsung membuka aplikasi tanpa halaman perantara, jadi yang bisa dihitung hanya orang yang benar-benar mengirim pesan dengan kode di dalamnya.

Kalau pelanggan menghapus kode di pesan sebelum mengirim, apa yang terjadi?

Chat tetap masuk ke Inbox seperti biasa dan tetap bisa dibalas. Hanya saja sistem tidak tahu itu datang dari sumber promosi mana, jadi tidak tercatat di ringkasan Link & QR.

Fitur Link & QR per sumber ada di paket apa?

Tersedia mulai paket Personal ke atas. Paket Free belum mencakup fitur ini.

Berapa banyak link yang bisa saya buat?

Batas teknisnya 100 link aktif per akun, berlaku untuk semua paket yang memiliki fitur ini. Kalau jatah paket Anda lebih kecil dari itu, Jalinara memberi tahu begitu jatahnya penuh.

Apakah nama sumber bisa diubah setelah dibuat?

Bisa, selama belum ada chat yang masuk lewat link itu. Begitu ada satu chat yang tercatat, nama sumbernya terkunci, tapi pesan pembukanya tetap bisa Anda ubah kapan saja.