Workflow n8n: Notifikasi Order & Pembayaran Otomatis ke WhatsApp
Setiap order yang masuk punya jendela waktu kecil yang menentukan kesan pelanggan: dapat konfirmasi seketika, atau menunggu tanpa kabar. Menyalin nomor lalu mengetik pesan satu per satu masih sanggup dilakukan saat order sepi, tapi langsung berantakan begitu ramai. Di titik itu n8n mengambil alih. Alat otomasi visual ini bisa mendengar sinyal "ada order baru", menyusun teksnya, lalu mengirim ke WhatsApp pelanggan lewat API Jalinara tanpa Anda menyentuh keyboard.
Resep di bawah menutup seluruh jalur, dari pemicu sampai pengiriman: order masuk lewat node Webhook (dari toko online atau form) atau baris baru di Google Sheets, teks disusun dengan Edit Fields, lalu dikirim dengan HTTP Request ke endpoint /send. Kita juga menambah satu cabang untuk mengirim nomor resi saat status pesanan berubah jadi "dikirim". Semua node yang dipakai adalah node bawaan n8n yang umum, jadi bisa langsung Anda coba di editor.
Gambaran alur workflow
Sebelum menyentuh node, bayangkan tiga peristiwa yang ingin dikabari ke pelanggan:
- Order dibuat: kirim konfirmasi berisi ringkasan pesanan dan total.
- Pembayaran diterima: kirim tanda terima dan langkah berikutnya.
- Pesanan dikirim: kirim nomor resi dan tautan pelacakan.
Ketiganya mengikuti pola yang sama: sebuah pemicu, penyusunan pesan, lalu satu panggilan HTTP. Yang membedakan hanya isi teks dan kapan ia dijalankan. Begitu satu jalur jadi, dua lainnya tinggal menyalin dan mengubah kata-katanya. Karena itu, fokuskan energi untuk membuat jalur pertama benar-benar rapi.
Langkah 1: Siapkan token dan kredensial
Buat token di dashboard Jalinara. Paket Free cukup untuk memulai dan tidak butuh kartu kredit. Di n8n, jangan menempel token mentah ke dalam node. Simpan sebagai kredensial Header Auth supaya aman dan bisa dipakai ulang: nama header Authorization dengan nilai Bearer TOKEN_ANDA. Dengan begitu, kalau suatu saat token diganti, Anda cukup memperbaruinya di satu tempat dan seluruh workflow tetap jalan.
Langkah 2: Pasang pemicu order
Ada dua cara paling umum menangkap order baru.
Opsi A: node Webhook
Node Webhook memberi Anda sebuah URL. Tempelkan URL itu ke pengaturan notifikasi atau callback toko online maupun form Anda, sehingga setiap order baru langsung mengirim datanya ke n8n. Format data yang dikirim tiap toko berbeda-beda, jadi jalankan node ini sekali dulu, lalu lihat struktur data yang diterima di editor sebelum melanjutkan menyusun pesan.
Opsi B: Google Sheets
Kalau order tercatat di spreadsheet, node Google Sheets bisa membaca baris baru. Pasangkan dengan Schedule Trigger agar workflow mengecek berkala, atau pakai pemicu baris baru bila tersedia di versi n8n Anda. Pendekatan ini pas untuk yang mengelola pesanan manual lewat sheet. Detail lengkapnya ada di panduan integrasi WhatsApp dengan Google Sheets.
Opsional: validasi nomor lebih dulu
Kalau sumber data sering berisi nomor keliru, sisipkan HTTP Request ke endpoint /validate untuk memastikan nomor benar-benar terdaftar di WhatsApp. Pengecekan ini tidak memakan kuota pesan, jadi aman dipakai sebagai penyaring sebelum benar-benar mengirim.
Langkah 3: Susun teks pesan dengan Edit Fields
Tambahkan node Edit Fields (Set) untuk merapikan dua hal: nomor tujuan dan isi pesan. Nomor tujuan harus format internasional 62... tanpa tanda plus dan tanpa angka 0 di depan. Kalau data toko menyimpan nomor sebagai 08xxxx, ubah dulu awalannya. Ekspresi sederhana cukup, atau pakai node Code bila logikanya lebih rumit.
Contoh isi pesan konfirmasi order:
Halo {{ $json.nama }}, pesanan #{{ $json.invoice }} sudah kami terima.
Total: Rp{{ $json.total }}.
Kami kabari lagi setelah pembayaran terkonfirmasi. Terima kasih!
Simpan dua field: target untuk nomor dan message untuk teks. Keduanya menjadi bahan langsung untuk langkah kirim berikutnya.
Langkah 4: Kirim lewat HTTP Request
Inilah inti alurnya. Tambahkan node HTTP Request dengan konfigurasi:
- Method: POST
- URL:
https://app.jalinara.id/send - Authentication: kredensial Header Auth dari Langkah 1 (header
Authorization: Bearer TOKEN) - Body: JSON
Isi body JSON-nya sederhana:
{
"target": "{{ $json.target }}",
"message": "{{ $json.message }}"
}
Kalau ingin melampirkan gambar, misalnya invoice atau bukti kirim, tambahkan field url berisi tautan media. Respons yang kembali kira-kira {"status":true,"detail":"message queued","id":[...]}. Perhatikan kata "queued": pesan masuk antrean lalu diproses, bukan terkirim pada milidetik yang sama. Jalinara juga otomatis mencoba ulang bila sempat gagal, jadi Anda tidak perlu membangun logika retry sendiri. Langkah lengkap versi dasarnya ada di panduan cara kirim WhatsApp dari n8n.
Langkah 5: Kirim resi saat status berubah
Untuk notifikasi "pesanan dikirim", tambahkan percabangan. Node IF (atau Switch) memeriksa apakah status pesanan sudah dikirim. Bila ya, arahkan ke node HTTP Request kedua yang mengirim pesan berbeda:
Pesanan #{{ $json.invoice }} sudah dikirim.
No. resi: {{ $json.resi }} ({{ $json.kurir }}).
Lacak di: {{ $json.tracking_url }}
Pola yang sama berlaku untuk "pembayaran diterima": cukup cabang IF lain dan satu HTTP Request lagi dengan teks tanda terima. Kalau Anda memproses banyak baris sekaligus dari Google Sheets, bungkus pengiriman dengan Loop Over Items dan selipkan node Wait agar ada jeda wajar antar pesan, bukan menembak semuanya sekaligus.
Notifikasi aman vs promosi massal
Ada garis penting yang perlu dijaga. Notifikasi transaksional yang kita bangun di sini bersifat wajar: dikirim satu per satu sebagai respons atas tindakan nyata pelanggan, yaitu memesan, membayar, atau menunggu barang. Ini berbeda jauh dari mengirim penawaran ke ribuan nomor sekaligus. Bila kebutuhan Anda memang berpola transaksi, pelajari juga cara kirim notifikasi transaksi otomatis supaya strukturnya rapi sejak awal.
Jalur WhatsApp Web yang dipakai untuk memulai cepat bukan API resmi dari Meta, dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta. Untuk kebutuhan skala besar atau OTP, tersedia jalur WhatsApp Cloud API resmi. Karena itu, jaga pola kirim tetap manusiawi: pesan yang relevan dan dinanti pelanggan jauh lebih aman daripada blast promosi ke daftar nomor dingin.
Uji, aktifkan, dan pantau
Sebelum menyalakan workflow untuk produksi, lakukan pengecekan singkat:
- Jalankan sekali dengan data uji dan pastikan nomor Anda sendiri menerima pesannya.
- Cek respons HTTP Request memuat
"status": truedan adaid. - Pastikan perangkat WhatsApp Anda terhubung. Status koneksi bisa dicek lewat endpoint device di dashboard.
- Aktifkan workflow, lalu pantau beberapa order pertama untuk memastikan teks dan nomor sudah benar.
Format payload webhook dari tiap toko dan detail parameter API bisa berbeda antar kasus. Kalau ragu pada satu field, buka referensi teknis di halaman developer Jalinara atau uji langsung node-nya di editor n8n sampai keluarannya sesuai harapan.
Begitu alur ini jalan, konfirmasi order, tanda terima pembayaran, dan info resi mengalir sendiri sementara Anda mengurus hal lain. Mulai gratis, buat token, dan rangkai workflow pertama Anda di Jalinara.
Poin Penting
- Pemicu order bisa berupa node Webhook (dari toko online atau form) atau baris baru di Google Sheets lewat node Google Sheets plus Schedule Trigger.
- Teks pesan disusun rapi dengan node Edit Fields, siap diisi nama, nomor invoice, total, dan status pesanan.
- Pengiriman inti: node HTTP Request POST ke https://app.jalinara.id/send dengan header Bearer dan body JSON {target, message}.
- Nomor tujuan wajib format 62..., tanpa tanda plus dan tanpa 0 di depan; simpan token sebagai kredensial n8n, bukan hardcode.
- Pesan masuk antrean lalu diproses dengan retry otomatis; respons /send memuat status true dan id.
- Notifikasi transaksional (konfirmasi, pembayaran, resi) aman dan wajar; berbeda dari broadcast promosi massal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa bedanya notifikasi order dengan broadcast promosi?
Notifikasi transaksional dikirim satu per satu sebagai respons atas tindakan nyata pelanggan seperti memesan atau membayar, sehingga wajar dan dinanti. Broadcast promosi mengirim penawaran ke banyak nomor sekaligus dan jauh lebih berisiko. Workflow di artikel ini fokus pada yang transaksional.
Node n8n apa yang dipakai untuk memicu saat order masuk?
Dua pilihan umum: node Webhook untuk menerima data langsung dari toko online atau form, atau node Google Sheets (biasanya dipasangkan dengan Schedule Trigger) untuk membaca baris order baru dari spreadsheet.
Bagaimana format nomor tujuan yang benar?
Gunakan format internasional 62..., tanpa tanda plus dan tanpa angka 0 di depan. Kalau data menyimpan nomor sebagai 08xxxx, ubah awalannya lebih dulu dengan ekspresi atau node Code sebelum dikirim.
Apakah pesan langsung terkirim setelah node HTTP Request jalan?
Tidak seketika. Pesan masuk antrean dulu (respons memuat detail message queued), lalu diproses dengan retry otomatis bila sempat gagal. Respons juga memuat status true dan id pesan.
Apakah ini API resmi WhatsApp dari Meta?
Jalur WhatsApp Web yang dipakai untuk memulai cepat bukan API resmi Meta, dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta. Untuk kebutuhan skala besar atau OTP tersedia jalur WhatsApp Cloud API resmi.
Bagaimana mengirim resi saat status berubah jadi dikirim?
Tambahkan node IF atau Switch untuk mengecek apakah status sudah dikirim, lalu arahkan ke node HTTP Request kedua yang mengirim pesan berisi nomor resi dan tautan pelacakan.