Cara Kirim WhatsApp dari n8n Memakai HTTP Request ke API Jalinara
Kalau kamu sudah pakai n8n untuk merangkai otomasi, menambahkan WhatsApp ke dalamnya bukan pekerjaan besar. Yang kamu butuhkan cuma satu node HTTP Request yang memanggil API Jalinara, lalu semua workflow yang sudah kamu punya bisa ikut mengirim pesan: konfirmasi order, pengingat jadwal, notifikasi internal, sampai balasan otomatis. Tidak perlu SDK khusus, tidak perlu library tambahan, cukup panggilan HTTP biasa.
Artikel ini fokus ke satu hal yang paling sering ditanyakan: bagaimana cara kirim WhatsApp dari n8n lewat HTTP Request ke endpoint Jalinara. Kita bahas dari prasyarat, konfigurasi node, format data yang dikirim, sampai membaca responsnya. Setelah paham pola dasar ini, resep yang lebih rumit seperti broadcast atau chatbot tinggal menambah node di sekitarnya.
Kenapa menggabungkan n8n dengan API WhatsApp
n8n adalah alat otomasi visual yang bekerja dengan cara merangkai node. Setiap node melakukan satu tugas, lalu datanya mengalir ke node berikutnya. Karena WhatsApp sering jadi kanal paling cepat dibaca pelanggan, menaruhnya di ujung sebuah workflow membuat otomasi kamu terasa jauh lebih hidup. Beberapa alasan praktis:
- Satu pintu untuk banyak trigger. Order baru, form terisi, jadwal jatuh tempo, semua bisa berakhir jadi pesan WhatsApp lewat node yang sama.
- Tanpa kode berat. Panggilan ke Jalinara hanya HTTP POST dengan body JSON, jadi tim non-teknis pun bisa ikut merawat workflow.
- Gabung dengan sumber data. Data dari Google Sheets, database, atau webhook aplikasi lain bisa langsung dipakai menyusun isi pesan.
Kalau kamu baru pertama menyentuh API-nya, ada baiknya membaca dulu cara kirim WhatsApp lewat API supaya paham bentuk request dasarnya sebelum membungkusnya dalam n8n. Untuk gambaran integrasi yang lebih luas, ada juga panduan integrasi WhatsApp dengan n8n.
Prasyarat sebelum mulai
Sebelum menyusun node, pastikan hal-hal berikut sudah siap:
- Akun Jalinara aktif. Paket Free cukup untuk mulai dan kamu bisa buat token gratis tanpa kartu kredit.
- Nomor WhatsApp sudah terhubung di dashboard, dengan status perangkat terkoneksi.
- Token API sudah dibuat dari dashboard. Token inilah yang jadi kunci autentikasi.
- Akses ke n8n, baik yang kamu self-host maupun n8n Cloud.
Cara cepat memastikan nomor benar-benar tersambung: panggil endpoint GET /device dan lihat field connected. Kalau nilainya true, perangkat siap mengirim.
Menambahkan node HTTP Request
Inti dari seluruh integrasi ada di satu node. Buat workflow baru atau buka yang sudah ada, lalu tambahkan node HTTP Request. Isi konfigurasinya seperti ini:
- Method:
POST. - URL:
https://app.jalinara.id/send. - Header autentikasi: tambahkan header
Authorizationdengan nilaiBearer <token>. Sebaiknya simpan token sebagai kredensial Header Auth di n8n, bukan ditulis langsung di node. - Body: pilih tipe JSON, lalu isi dua field wajib, yaitu
targetdanmessage.
Contoh isi body JSON yang dikirim:
{
"target": "6281234567890",
"message": "Halo, pesanan kamu sudah kami terima."
}
Simpan token sebagai kredensial, bukan hardcode di dalam node. Selain lebih aman, kamu bisa memakai ulang kredensial yang sama di banyak workflow tanpa menyalin token ke mana-mana.
Format target dan message
Dua field ini yang paling sering salah, jadi perhatikan baik-baik:
- target memakai format internasional diawali
62, tanpa tanda+dan tanpa angka nol di depan. Nomor08123...ditulis menjadi628123.... - message adalah teks pesan. Kamu bisa merangkainya secara dinamis dari data node sebelumnya, misalnya menyisipkan nama pelanggan atau nomor invoice.
Untuk menyusun teks yang rapi dari beberapa potong data, node Edit Fields (Set) sangat membantu. Kamu juga bisa menambahkan field opsional seperti url untuk mengirim media, tapi untuk pesan teks biasa cukup dua field di atas.
Menjalankan dan membaca respons
Setelah node terkonfigurasi, jalankan workflow atau klik Test step pada node HTTP Request. Kalau request diterima, Jalinara membalas kira-kira seperti ini:
{
"status": true,
"detail": "message queued"
}
Perhatikan kata queued. Ini penting: pesan kamu masuk antrean, bukan langsung terkirim di detik itu juga. Jalinara memproses antrean di belakang layar, lengkap dengan retry otomatis kalau ada gangguan sesaat dan penanganan yang sadar-koneksi ketika perangkat sempat terputus lalu tersambung lagi. Jadi respons status: true berarti "diterima dan akan diproses", bukan "sudah sampai di HP penerima".
Karena sifatnya antrean, jangan menilai keberhasilan hanya dari respons ini. Untuk memverifikasi nomor sebelum mengirim, kamu bisa memakai endpoint POST /validate yang mengecek apakah nomor terdaftar tanpa memakan kuota pesan.
Kejujuran soal jenis koneksi
Jalinara menyediakan dua jalur: WhatsApp Web yang mudah dipakai untuk mulai dan UMKM, serta WhatsApp Cloud API resmi untuk kebutuhan skala besar dan OTP. Jalur WhatsApp Web bukan API resmi dari Meta, dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta. Pahami ini sejak awal supaya kamu memilih jalur yang sesuai dengan risiko dan kebutuhan bisnismu.
Konsekuensinya, terutama di jalur WhatsApp Web, pola pengiriman perlu dijaga tetap wajar. Kirim hanya ke kontak yang sudah setuju menerima (opt-in), beri jeda antar pesan, hindari mengirim ratusan pesan sekaligus tanpa variasi, dan hangatkan dulu nomor baru. Bagian resep lanjutan di bawah menautkan panduan khusus untuk itu.
Melanjutkan ke resep yang lebih kaya
Pola satu node HTTP Request tadi adalah fondasi. Dari sini kamu tinggal menambah node lain di sekelilingnya sesuai kebutuhan:
- Notifikasi otomatis. Sambungkan trigger dari aplikasi lain, lalu kirim pesan begitu ada order atau transaksi. Lihat contohnya di notifikasi order otomatis dengan n8n.
- Reminder terjadwal. Pakai node Schedule Trigger untuk menjalankan workflow di jam tertentu, cocok untuk pengingat jatuh tempo. Panduannya ada di reminder otomatis n8n.
- Broadcast massal. Baca daftar penerima dari Google Sheets, olah satu per satu dengan Loop Over Items, dan sisipkan node Wait supaya aman. Kirim hanya ke penerima yang sudah opt-in. Selengkapnya di broadcast WhatsApp massal dengan n8n.
- Chatbot. Gabungkan node Webhook untuk menerima pesan masuk dengan node AI untuk menyusun jawaban, seperti dibahas di chatbot WhatsApp n8n dengan AI.
Khusus untuk menerima pesan masuk, kamu mengeset URL node Webhook n8n sebagai webhook_url perangkat di dashboard Jalinara. Format payload-nya sebaiknya kamu cek langsung supaya tidak menebak; rujuk panduan webhook terima pesan masuk atau dokumentasi teknis di halaman developer.
Detail antarmuka node bisa berbeda antar versi n8n, jadi kalau ada nama field yang tidak sama persis, cocokkan langsung di editor n8n kamu. Untuk daftar endpoint dan parameter yang paling akurat, selalu kembali ke halaman developer Jalinara. Ingin mengenal kemampuan API-nya lebih jauh? Baca fungsi API WhatsApp Jalinara.
Siap mencobanya? Buat token gratis dari dashboard, hubungkan nomormu, lalu tempelkan satu node HTTP Request ke workflow n8n yang sudah kamu punya. Mulai dari Jalinara dan ubah otomasi yang tadinya diam jadi kanal WhatsApp yang aktif menjangkau pelangganmu.
Poin Penting
- Kirim WhatsApp dari n8n cukup dengan satu node HTTP Request POST ke https://app.jalinara.id/send.
- Autentikasi memakai header Authorization: Bearer
; simpan sebagai kredensial, bukan hardcode di node. - Body JSON wajib berisi target (format 62..., tanpa +) dan message (teks pesan).
- Respons {status:true, detail:'message queued'} berarti pesan MASUK ANTREAN, bukan langsung terkirim.
- WhatsApp Web bukan API resmi Meta dan Jalinara tidak berafiliasi dengan Meta; kirim hanya ke kontak opt-in dan jaga pola kirim tetap wajar.
- Pola dasar ini bisa dikembangkan jadi notifikasi, reminder, broadcast, hingga chatbot.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa endpoint untuk kirim pesan WhatsApp dari n8n?
POST ke https://app.jalinara.id/send (alias /api/send) dengan header Authorization Bearer dan body JSON berisi target dan message. Cukup pakai node HTTP Request bawaan n8n.
Bagaimana format nomor target yang benar?
Format internasional diawali 62, tanpa tanda + dan tanpa angka 0 di depan. Contoh, 08123456789 ditulis menjadi 628123456789.
Kenapa responsnya berbunyi message queued?
Karena pesan masuk antrean dan diproses di belakang layar dengan retry otomatis. Nilai status:true berarti request diterima, bukan bahwa pesan sudah sampai ke penerima.
Apakah perlu library atau SDK khusus di n8n?
Tidak. Cukup node HTTP Request bawaan. Panggilannya HTTP POST biasa dengan header Bearer dan body JSON, tanpa dependensi tambahan.
Bagaimana menyimpan token API dengan aman di n8n?
Simpan sebagai kredensial, misalnya Header Auth, lalu pakai ulang di banyak workflow tanpa menulis token langsung di dalam node.
Bisakah n8n juga menerima pesan WhatsApp masuk?
Bisa. Pakai node Webhook n8n, lalu set URL-nya sebagai webhook_url perangkat di dashboard Jalinara. Cek format payload di halaman developer, jangan menebak.